kisah memburu PUSAKA

Diposting oleh Jing Jing pada 19:19, 12-Mei-12

Di: Dunia lain

pusaka.jpeg Berburu pusaka berdaya magis tinggi tentu tidaklah mudah. Semuanya harus dipersiapkan secara matang dan benar. Sebab, segala perburuan bernuansa gaib pastilah penuh resiko dan marabahaya yang bisa mengakibatkan kefatalan bagi yang kurang berhati- hati. Apalagi dalam suatu perburuan yang dituju adalah pusaka berpamor hitam kebiruan / pusaka yang diyakini sebagian ahli supranatural bisa melancarkan jenjang jabatan atau tahta tertinggi dalam suatu pemerintahan. Konon, seiring kelangkaan pusaka berdaya magis tinggi dibelahan bumi ini,baik para pejabat, pengusaha dan para kolektor banyak memburunya seiring kepercayaan mereka pada benda bertuah yang satu ini mulai di perbincangan khalayak ramai. Bahkan dalam perburuan pusaka bertuah, bukan hanya orang dalam negeri saja yang banyak berminat tentang pusaka ini tapi dari luar negeri pun banyak yang masuk ke Indonesia ini tak lain dan tak bukan hanya ingin mendapatkan pusaka tersebut. Nah, bercerita tentang perburuan pusaka berdaya magis tinggi, Misteri punya pengalaman tersendiri pada tahun 2004 silam. Konon, bermula peristiwa perburuan pusaka ini dari salah satu isyaroh sang guru yang pernah bermimpi di datangi Rosululloh SAW. Dalam mimpinya sang guru, Rosululloh SAW. berujar, “carilah bukit yang bernama (matangaji) ambillah Mustikaku yang pernah kutanam di sana. Ciri dari Mustikaku itu berupa batu cincin berwarna hitam pekat dan mempunyai nama MUSTIKA YAMAN AMPAL.” Jelas Rosululloh SAW. “siapapun yang memegang Mustikaku , semua hajat dan tujuan akan terkabul dengan izin Alloh SWT.” tambahnya lagi. Namun berhubung pada saat itu guruku sedang mempunyai tugas khusus yang tidak dapat ditinggalkan, beliau akhirnya meminta pada kedua santri yang dipilihnya untuk mengambilkan Mustika tersebut dan salah satunya yang dipilih guruku,adalah Misteri sendiri. Singkat cerita dengan berbekal keyakinan dan pemahaman berbagai ilmu yang sudah diajarkan sang guru, hari itu juga kami berdua mulai menjalankan tugas mulia dari sang guru, yaitu mencari lokasi yang disebut dengan nama bukit matangaji. Namun sayangnya, pencarian lokasi yang di tuju menuai banyak kendala. Pasalnya tempat itu belum pernah kami tahu sebelumnya. Bahkan, dalam perjalanan yang kami tempuh,mungkin sudah ratusan kali aku bertanya pada orang-orang yang aku temui, namun mereka semua juga menggelengkan kepala alias tidak tahu nama bukit matangaji. Dengan hanya mengandalkan semangat juang tinggi, hari ke-tiga dari pencarian kami, Alhamdulillah, lewat perantara seorang nenek pencari kayu bakar yang sedang beraktitifitas memungut ranting kering di hutan Plangon kidul, yang aku temui, alhamdulillah bukit matangaji yang selama ini sedang kucari mulai terkuak keberadaannya. Nah,dari petunjuk sang nenek itulah 6 jam kemudian kami berdua telah sampai di atas bukit tinggi, tepatnya di kaki ginung Ciremai yang paling sakral di dunia. Ya, dengan mata berkaca karena puji syukur kami yang selama 3 hari mengarungi pencarian. Kini hari ini, kami berdua telah sampai dalam area yang disebut bukit matangaji. Sebuah bukit yang di sekelilingnya penuh akan jurang berbatu dengan kondisi masih berupa hutan lebat dan jauh dari perumahan penduduk ,juga ke unikan yang membuat sakralnya bukit matangaji ini adalah, ternyata di atasnya terdapat 3 makam keramat yang tidak punya nama maupun cirri sejarah. Siapakah gerangan 3 sosok makam kramat bukit matangaji ini? Dengan kondisi yang sudah teramat lelah, kami berdua tidak bisa berfikir panjang lagi dengan kondisi yang ada pada saat ini, kami hanya berfikir bagaimana mempersiapkan diri untuk ritual nanti malam. Dengan lewat tata cara yang diajarkan oleh sang guru, tepatnya pukul 23.00 WIB, kami berdua mulai melaksanakan ritual penarikan pusaka berdaya magis tinggi. Baru pada pukul 02.30 dunia alam astral mulai perlahan terbuka dan dari situ pula akhirnya kami tahu bahwa, seluruh areal bukit matangaji tidak lain dan tidak bukan ternyata gudangnya pusaka bertuah zaman dahulu kala, buktinya, sinar yang terpancar dari pusaka yang berada di areal tersebut lebih dari 1000 banyaknya. Lewat ajian sirnaning Wijaya Kusuma yang pernah diajarkan sang guru. Kami mulai menapaki dunia astral yang telah terbentang di hadapan kami. Namun untuk menuju sampai wilayah alamul barry, di mana keberadaan Mustika Yaman Ampal. Sungguh teramat sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Buktinya, setiap kami masuk ke pintu dunia astral, para penduduk di alam sana berbeda rupa, wajah, tubuh dan sifat penyambutannya. Seperti pada saf pintu (1) kami dihadiahkan sambutan penyerangan oleh para dedemit bangsa kholun. (dedemit dari bangsa alam kuruj / jamannya nabi Sulaiman AS). Dari situ pula kami bertarung habis-habisan untuk sampai ke dimensi alam astral lainnya. Dan baru menjelang akan subuh tiba, para dedemit dari alam kuruj mempersilahkan kami untuk meneruskan ke pintu alam astral selanjutnya. Namun berhubung tenaga kami telah terkuras habis, akhirnya kamipun kembali ke jasad kasar seperti sedia kala. Pada malam kedua, kami mulai menggelar ritual kembali dan tanpa kesulitan seperti pada ritual malam pertama. Kamipun langsung masuk ke alam bangsa jan / jien. Disitu kami disambut dengan ramah tamah oleh semua ahli kerathon bangsa jien. Bahkan dari situ pula kami dikenalkan beberapa orang penting kerajaan bangsa mereka, seperti Ki Wira Windu Haji (panglima perang), Ki Janur Purba (sekretaris kerajaan), Putri Arum Dewi Cempaka (anak sulung sang prabu), Putri Dyah Pitaloka Kembar (anak kembar dari permaisuri) dewi Arum Hijau, istri kedua sang prabu), Prabu Menak Menjangan (raja dari semua pemimpin di daerah tersebut) dan masih banyak yang lainnya. Dari keramah tamahan mereka menyambut kedatangan kami, ternyata dibalik semua itu, mereka semata-mata bukan menghormatiku sebagai orang awam/ biasa tetapi mereka menghormatiku karena faktor penghormatan pada semua leluhurku,yaitu, mbah Kuwu Cakrabuana bin Prabu Siliwangi, Galuh Pajajaran, yang semasa hidupnya, sebagain besar dari keluarga bangsa jien ini banyak yang mengabdi kepada kakek buyutku. Sebelum kami pamit untuk melangkah kealam astral lain, mereka banyak berpesan kepada kami, “berhati-hatilah ke alam selanjutnya, karena angger ini akan menemui banyak kesulitan apabila sudah bertemu dengan para siluman Buaya Putih.” Dengan rasa khidmat kamipun pergi dari singgasana alam jien menuju alam astral lainnya. Memang benar kata bangsa jien tadi, setelah kami masuk ke alam yang di mana semuanya berupa aliran sungai, kami langsung disambut dengan segerombolan buaya putih yang langsung melontarkan nada kasar kepada kami, oleh pemimpin siluman Buaya Putih yang mengaku bernama (Pangeran Arya Supetak diraja boyo). “Kamu telah lancang datang ke tempat kami, atas izin siapa??? Dan sebelum aku sempat menjawab, mereka langsung menyerangku dengan sepakan ekornya yang sangat ganas. Dengan tidak tinggal diam, kami berdua melawannya dengan ilmu Kijang Kencana yang sangat langka dari warisan Mbah Kuwu CakraBuana (maaf ilmu ini tidak dapat di ijazahkan karena berbagai faktor). Dari manfaat ilmu ini, kami seolah punya tenaga baru dalam menyigapi segala serangan yang dilancarkan oleh sang pimpinan Buaya Putih. Dan pada akhirnya, kami berdua memenangkan pertarungan ini, sang siluman Buaya Putih pun mempersilahkan kami untuk masuk ke salah satu ruangan yang begitu indah dan sangat luas sekali. Namun, sebelum kami masuk, sang raja siluman Buaya Putih berpesan. “Nak? Di dalam sana banyak sekali pusaka, pintar-pintarlah memilih”. Dari bahasa yang diucapkannya, mungkin suatu istilah untuk berhati-hati, pikirku. Benar juga kata siluman Buaya Putih, dalam ruangan yang sangat indah. Penuh pernik- pernik ukiran dari emas. Kami terpana melihat ratusan Mustika dengan sinar aura yang begitu gemerlapan saling memantul dari semua Mustika yang ada di situ. Sampai akhirnya kami bingung sendiri untuk memilih yang menjadi tujuan pokok kami, yaitu mencari, Mustika Yaman Ampal. Sebab, disitu beraneka macam, Mustika dan pusaka terpampang jelas, dari yang namanya merah delima, blue saphire, zamrud warna, besi kuning, bedor naga kikik, sri kuning tambak sewu, trisula pengabaran, stambul, naga runting, yaman Wulung, Cornet Wulung, tanduk Wulung dan masih banyak yang lainnya. Teringat akan ucapan sang guru, bahwa yaman ampal berupa batu cincin dengan cirri berwarna hitam pekat, dari ucapan itu kami akhirnya hanya fokus untuk mencari yang menjadi tugas kami belaka. Dan dari 17 Mustika yang berwarna hitam pekat di tempat itu, hanya ada satu Mustika yang sangat indah menurutku. Ya, Mustika ini sangat langka dari Mustika lainnya. Yaitu pamornya yang sangat memantul keatas dan batunya yang mempunyai kilet (sinar) dengan urat batu bertuliskan lafadz Alloh.Mengapa Mustika ini lain dari pada yang lain,? dalam batin Misteri sendiri yang sudah biasa melanglang buana tentang sebuah batu cincin, Misteri sering menemukan ratusan batu dengan urat berlafadz Alloh, baik, urat batu yang bersifat alami maupun yang bersifat doblet (buatan) namun dari semua yang pernah Misteri lihat, batu yang berurat lafadz Alloh, hanya sekedar urat, tapi Mustika ini lain dari pada yang lain. Mustika ini tidak tembus pandang, seperti berasal dari batu meteor, namun bila dipanaskan dalam terik matahari, sebuah kilat / cahaya / ster batu akan muncul dengan sederet lafadz Alloh. Sungguh cantik sekali. Nah, dari kelangkaan tanda yang ada pada Mustika ini, kami berkesimpulan, sepakat untuk mengambilnya dengan suatu keyakinan Inilah Mustika Yaman Ampal, terang batin kami berdua. Singkat cerita, dengan membawa Mustika berlafadz Alloh tadi, kami berdua cepat-cepat pulang untuk menemui guruku. Sesampainya di hadapan sang Guru, kami memberikan Mustika tersebut dengan harap harap cemas, namun sang guru langsung memarahi kami. “gimana kamu dapat batu dari siluman,! ini bukan Mustikanya Rosululloh SAW. tetapi Mustikanya para pejabat yang ingin suatu jabatan”.terangnya. Kami berdua jadi bingung, akhirnya Misteri beranikan diri untuk bertanya, “maaf Syeikh, apakah sinar yang menyerupai lafadz Alloh ini bukan menjadi bukti?” dan guruku menjawabnya. “Semua mahluk sama saja dalam keesaan Alloh SWT. tidak hanya manusia belaka,para dedemit, siluman dan lainnya juga punya tuhan yang wajib disembah, yaitu Alloh SWT. “tambah sang guru memperjelas pada kami berdua. Tambahannya, “Keagungan Alloh SWT. akan selalu berada di manapun tanpa terkecuali. Jadi kembalikan Mustika itu ke tempatnya, karena kami tidak butuh akan duniawiyah”. Tegas sang guru . Dengan rasa khidmat, kami berdua menuruti segala titah sang guru, yaitu mengembalikan Mustika jabatan yang kami peroleh di alam siluman Buaya Putih. Namun sebagai suatu kenangan sebelum sampai dikembalikan ke asalnya, Misteri mengabdikan mustika tersebut lewat jepretan foto dan hasilnya bisa pembaca kesayangan majalah ini melihatnya di cover judul artikel kami. Nah, bagi para pejabat yang menginginkan Mustika ini, kami persilahkan untuk memilikinya dengan persyaratan sebagai berikut, siapkan sarana penarikan berupa: 2 botol minyak jafaron Al-Yamani, 1 Buhur Kut-kut, 1 Buhur Al – A’la dan 1 madat Srikaton. Semoga dengan perjalanan artikel kami, para pembaca sekalian saling berlomba menambah makna tirakat, wabil khusus, mampu mendalami ilmu supranatural secara hakiki dan benar.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar